Homo VS Lesbi
2 hari yang lalu sebuah sms masuk ke ponsel tengah malam. Bunyi nya Ibel, aku kangen. Diliat sender nya seorang teman yg kata terakhir belakangnya Homo. Woww. Kaget tp akhirnya di balas juga. Ujungnya setelah bersms ria. Dia mulai mengakui dirinya terinfeksi virus homoisme. Ckckck. Sebenarnya ini bukan hal baru dari diriny. Dari dulu 6 taon yang lalu, aku udah anggap nih anak mulai terkena syndrom homoisme.
Jika dipikir skrg ini menyukai sesama jenis bukanlah barang baru bagi kita. Liat aja di media, bagaimana seseorang terus terang mengakui dirinya homo atau lesbi. Dan aku, aku adalah orang yg menentang segala bentuk syndrom menyukai sesama jenis. INI BUKAN TAKDIR.
Tuhan, telah menciptakan manusia menjadi 2 jenis pria dan wanita, berbangsa-bangsa dan bersuku-suku untuk saling mengenal dan mengasihi. Pria dan wanita adalah 2 mahluk yang saling membutuhkan. Seorang pria tidak akan sempurna hidupnya jika tidak ada seorang wanita, begitu juga sebaliknya seorang wanita tidak akan sempurna hidupnya jika tidak didampingi laki-laki. Secantik-cantiknya seorang pria yang menjadi wanita, dia tetap menyimpan kelakuaan atau sifat seorang lelaki tetapi sejelek-jeleknya wanita dia tetap seorang wanita, yang bisa melahirkan dan menjadi seorang ibu. Manusia hidup bukan cuma untuk dirinya dan pasangannya, tetapi untuk menjadi HambaNya dan melahirkan generasi-generasi baru.
Jika kita menentang ini berarti Kita Mengingkari TUHAN, Ingat TUHAN tidak pernah salah, Jika TUHAN salah berarti dia Bukan TUHAN.
SAY NO TO HOMOISME & LESBIANISME