Wellcome To The New World

You want to know me? FInd out at my blog…..trust me you will find nothings. Hheheheheh

Elvis dan NKRI

Ada sebuah korelasi yang terjalin antara Elvis
Presly, The King of Rock n Roll dan NKRI, sebuah Negara besar yang sedang
belajar tentang demokrasi.
Di berbagai media massa di pertengahan Bulan Agustus
beramai - ramai memuat berita tentang mereka.
Yang satu merayakan 30 tahun sudah kematian dan yang satunya lagi merayakan
62 tahun kemerdekaannya.

Para

penggemar, pengagum atau bisa kita sebuat mereka
Elvislista berduyun-duyun berdatangan dari seluruh penjuru dunia hanya untuk
melontarkan bunga di makam sang maestro.
Perlombaan-perlombaan yang
meriah pun di gelar di seantero dunia, guna mengenang sang maestro. Wow,
perayaan yang begitu megahnya. Elvis akan selalu ada dan mendiami hati setiap
pengagum setianya. Yakinlah, penggagum baru akan selalu bertambah dari tahun ke
tahun. Tua-tua keladi, makin tua makin menjadi.

 

Bagaimana dengan
perayaan NKRI?

 

Tentu saja
perayaannya meriah. Begitulah yang kita lihat. Tapi ada satu yang hilang
disela-sela perayaan kali ini. Semangat.
Enam puluh dua tahun sudah NKRI berdiri kokoh.
Makin tua NKRI, makin pudar pula
semangat rakyat ini merayakannya.

Ada

apa
gerangan wahai rakyat

Indonesia

?
Kami jenuh, bang. Jenuh akan getirnya kehidupan ini. Jenuh menunggu akan datangnya
perubahan yang dijanjikan pemimpin-pemimpin negeri ini. Seperti jenuhnya kami
menunggu Satria Piningit dari tanah jawa yang akan datang dan menyelamatkan
nusantara dari kehancuran.

Perayaan HUT NKRI kali in terasa hambar, seperti
sayur bayam tanpa garam, seperti orang gila yang raganya ada tetapi jiwa nya
telah hilang. Jadi jangan Tanya kenapa!!!!!

TETRALOGI LASKAR PELANGI

BOOK ONE. LASKAR PELANGI

 

Andrea Hirata adalah seorang penulis baru yang
langsung melejit dengan empat buku sekaligus. Keempatnya merupakan buku best
seller
di Indonesia. Laskar Pelangi, Sang Pemimpi, Endensor dan Maryamah
Karpov. Membaca bukunya mengingatkan kita akan bukunya Dee ”Supernova”. Yap,
buku-buku yang mengandung kata-kata ilmiah yang menjlimet tapi memberikan kita
suatu inspirasi tentang ilmu pengetahuan yang begitu luasnya.

 

Buku pertama Laskar Pelangi
menceritakan tentang 9 anak suku melayu belitong yang sangat ingin bersekolah
dan 1 orang anak turunan tionghoa yang mungkin karena garis ekonomi harus ikut bersekolah
di sekolah reot SD Muhammadiyah. Mereka adalah Ikal, Kucai, Lintang, Samson,
Trapani, Akiong, Borek, Mahar, Harun dan seorang cewek, Sahara.  Ikal merupakan pemeran utama dalam tetralogi
ini, seorang anak yang pintar tetapi tidak pernah menjadi juara 1. Kucai adalah
sesosok mahluk bermata juling akibat kekurangan gizi waktu kecil tetapi selalu
dipercaya mejadi ketua kelas karena gaya diplomasi, bodoh tapi merasa pintar.
Lintang, anak persisir yang harus bersepeda sejauh 40 km untuk bersekolah, anak
seorang nelayan tetapi merupakan anak yang terpintar diantara laskar pelangi,
yang pada akhirnya terputus sekolahnya akibat faktor ekonomi keluarga. Samson,
adalah seorang anak yang paling kuat diantara mereka, sangat mendambakan
tubuhnya menjadi sekuat hercules. Trapani, anak lelaki yang paling tampan,
kulitnya putih, bajunya selalu rapi jali
tetapi punya masalah dengan sindrom selalu bergantung dengan ibunya. Akiong,
anak turunan tionghoa, yang menduduki starta ekonomi paling bawah dalam
komunitas tionghoa. Borek, seorang anak yang susah diatur. Mahar, seorang anak
yang eksentrik yang jenius dalam hal seni dan berwajah tampan. Harun, seorang
murid yang mentalnya terbelakang, tetapi dialah penyelamat ketika SD
Muhammadiyah akan ditutup. Terakhir ada Sahara, cewek satu-satunya di ruang
kelas, si keras kepala dan terus menjadi musuh besar Akiong

 

Buku ini juga menceritakan
tentang pilunya kehidupan suku melayu belitong, suku asli yang tidak pernah
merasakan hasil kayanya tanah mereka, suku yang harus terasing ditanahnya
sendiri. Yap, mereka adalah kaum yang termarginalkan oleh peradaban Indonesia.
Suku melayu belitong merupakan satu dari sekian banyak kasus kaum marginal di
Indonesia yang harus menelan pahit pil kemiskinan ditanahnya yang kaya raya.
Sebut saja Aceh, sebuah propinsi yang kaya akan minyak bumi tetapi lebih dari ¾
penduduknya adalah rakyat miskin. Irian jaya sebuah propinsi yang memiliki
hasil tambang yang melimpah ruah tetapi ¾ penduduknya adalah rakyat miskin yang masih berbusana seadanya. Banyak
lagi daerah-daerah lain yang bernasib sama dengan mereka, suku melayu di Medan,
yang harus menyingkir ke daerah pinggiran karena tidak sanggup bersaing dengan
pendatang, suku betawi juga harus mengalami nasib yang sama dengan orang melayu
medan. Tikus-tikus yang kelaparan di lumbung padi.

 

Buku setebal 534 halaman ini dan
berharga Rp.60.000, akan mengundang ketakjuban kita akan sebuah semangat untuk
sebuah perubahan yang fundamental bagi masyarakat Melayu belitong. Berpendidikan.
Walaupun anak-anak belitong hidup serba
kekurangan untuk bersekolah tetapi tidak mengurangi semangat mereka untuk
bersekolah. Sekolah adalah jembatan menuju perubahan bagi mereka. Siapa saja
yang membaca buku ini akan terinspirasi karena buku ini. Lihat saja pernyataan Arwin
Rasyid
seorang Dirut Telkom dan dosen FE UI ”Cerita Laskar Pelangi sangat
inspiratif. Sebuah Novel yang akan mengobarkan semangat mereka yang selalu
dirundung kesulitan dalam menempuh pendidikan”

 

Membaca Pelangi ibarat kembali
kemasa waktu kita bersekolah di SD dan SMP. Persahabatan, kegaduhan di ruang
kelas, indahnya masa kecil dan tentang cinta. Semua diracik sangat apik oleh Andrea.

 

SEBUAH CERITA YANG
SANGAT SAYANG JIKA DILEWATKAN

Partai Politik Ditinjau Dari Transparansi dan Akuntabiltias Keuangan

Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 31 Tahun 2002 Pasal 9

huruf h berbunyi "Partai politik wajib membuat pembukuan, memelihara daftar penyumbang dan jumlah sumbangan yang diterima, serta terbuka untuk diketahui oleh masyarakat dan pemerintah;

Huruf i berbunyi " Partai politik wajib membuat laporan neraca keuangan secara berkala satu tahun sekali kepada Komisi Pemilihan Umum setelah diaudit oleh akuntan publik; dan

Huruf J berbunyi " Partai politik wajib memiliki rekening khusus dana kampanye pemilihan umum dan menyerahkan laporan neraca keuangan hasil audit akuntan publik kepada Komisi Pemilihan Umum paling lambat 6 (enam) bulan setelah hari pemungutan suara. "

Ada 3 item yang akan coba dibahas. Ketiga item ini menyangkut transparansi dan akuntabilitas dari seluruh partai politik dalam mengelola keuangan partai. Partai politik dapat kita ibaratkan sebagai Usaha Non Profit Oriented (Badan Usaha Yang tidak bertujuan memperoleh laba).

Mengapa perlu transparansi dan akuntabilitas ?

Dalam pengelelolaan partai politik pastilah memiliki penerimaan dan penggunaan dana yang berasal dari kader internal partai maupun sumbangan dari pihak eksternal partai, (ketentuan akan persyaratan-persyaratan sumbangan diatur oleh Undang-Undang). Yang kemudian menjadi permasalahan adalah sanggupkah partai politik berbenah diri dalam segi transparansi maupun akuntabilitas dalam hal penerimaan dan penggunaan dana?

Saya fikir, saya wajib skeptis terhadap kemampuan partai politik dalam hal diatas. Skeptis saya bukan dalam hal sumber daya manusianya dalam mewujudkan dalam hal pembukuan kemudian penyusunan laporan keuangan, tapi saya skeptis terhadap keinginan untuk berbuka-bukaan dan bertanggung jawab terhadap apa yang dilaporkan.

Pengalaman saya terhadap penanganan laporan keuangan terhadap partai politik yang maju dalam Pilkada selalu menimbulkan rasa cemas, kasihan dan keki tentang laporan yang mereka terbitkan.

Kemudian timbul kesan bahwa laporan keuangan yang mereka terbitkan hanya sebagai pelengkap persyaratan saja. Tidak lebih dari itu. Angka-angka yang tertera hanya merupakan rekaan dan ketika dilakukan pengecekan terhadap dokumen atau bukti-bukti pendukung, hasilnya zero alias kosong melompong. Ada apa gerangan? Ternyata mereka menganggap sepele tentang laporan keuangan.

Auditor (Pekerjaan yang bukan pekerjaan)

Ngga terasa udah genap 1 tahun kerja di KAP. The most fav job. Jalan2, itung duit (walaupun duitnya dalam bentuk faktur), nyari2 kesalahan & kelemahan ( Makin banyak temuan makin bagus), bertemu org2 penting (Hello bapak2 bupati/walikota, ada proyek ngga?) but tetap ada sesuatu yang mengganjal.

Should I countinue this job?

Kok sepertinya org2 ngga berfikir ini jenis pekerjaan yang menjanjikan, yah walau kadang2 ngga ada kerjaan dan ngga bergaji. 2 orang yang paling getol nyarankan untuk pindah lahan kerja adalah my mom and my dearest. Mom maunya anaknya jadi pegawai negri, paing banter jadi kuli di bank. Mom said kerja skrg cuma mocok2. hahahha. kuli bangunan yah bal ? And dearest maunya kerja yang punya gaji tetap walau kecil tiap bulan gajian. hahahha.

This is my dream job. Sejak jadi mahasiswa akuntansi. Walau nilai pas2an tapi tetap pede masukin lamaran. Pas udah kerja sibuk buka2 buku auditing I & II, buku PA I. Baru nyesel, waktu kuliah kemana aja, bel?

Pernah nyoba kerja seperti org kantoran ngga tahan. 7 jam kerja seperti 7 taon nunggunya. Ha3. Jabatan bolehlah.

At last, keep strugle, bro cause from the past your create your own future. Tul ngga tul?

Baju

Baju. Sebuah benda yg saat ini menjadi bendayg harus dimiliki setiap orang. Status atau strata sosial tidak menjadii halangan untuk memilikinya. Ada hal yg menarik ketika kita melihat seseorang memakai baju. Mungkin dari bacaan nya yang menempel di baju tersebut. Ada kalimat ato kata2 yg lucu ato gambar2 yg lucu. Tapi ada satu keanehan ketika melihat ada seorang ce yang memakai kaos oblong dengan bacaan EAT THIS  melintang di bagian Payudara.

WOW…pernah kah dia menyadari arti kata2 yang tertera di baju nya?

HUH….Aneh

Dan aku hanya tersenyum…. Orang ini bener2 botol

Ke akuan

                                       Ke Akuan

Siapakah Aku?

Seonggok daging yang berisi nadi yg ditopang oleh tulang

Apa beda aku dengan binatang?

Bukankah mereka sama denganku

Untuk apa aku hidup?

Untuk Tuhan kah….

Siapa Tuhan ku ?

Bukankah tuhan telah mati?

Kalau belum dimana Dia kini?

Kuliat saat ini banyak tuhan-tuhan baru

tuhan-tuhan yang berkedok matrealisme dan kekuasaan

tuhan-tuhan palsu yang amat dipuja dan diagungkan

Kuucapkan selamat atas keberhasilanmu merekrut umat manusia

Semoga kalian semua kekal di dalam jahanamnya neraka

Kelak ……..

(Perenungan Untuk Nietzshe…..The Morron Philosph)

Tersenyum Kembali

Hummmm.akhirnya setelah beberapa ngga bisa tersenyum si senyum datang kembali. i’m happy now. because of somethings yang datang kembali..thanks u have paint my day.

I’m definietly Jealous

With sapa yah? Find out ….

MId tan

Minggu yang menguras tenaga dan pokiran. Banyak puding, banyak jalan2 buat ngilangin stress and siapin duit buat nge game.. huhauahuua.

Mahalnya Sebuah Demokrasi (Bercermin Pada PILKADASUNG NAD)

Demokrasi, sebuah kata yang saat ini sangat-sangat familiar di telinga kita. Dan kita telah belajar tentang demokarsi dari sejak kita duduk di Sekolah Dasar. Apakah Arti demokrasi itu sendiri? Benarkah demokrasi yang sangat di agung-agungkan oleh Amerika adalah benar-benar Original Made In Amerika?

And the answer is No. Ternyata demokrasi bukanlah benar-benar made in Amerika. Kata demokrasi berasal dari kata δημοκρατíα(bahasa Yunani-red).. Inti dari ajaran demokrasi adalah :

  1. Kebebasan untuk memilih
  2. kebebasan pada media
  3. perlakuan yg sama dalam menjalankan undang-undang
  4. kebebasan membentuk organisasi
  5. mengakui ada nya human right.

Jika kita renungi secara mendalam, bukanlah suatu kesalahan bila kita di Indonesia menyelenggarakan PILKADASUNG sebagai pengejawantahan dari Demokrasi. Tapi sadarkah kita berapa besar biaya yang kita keluarkan untuk menyelenggarakan suatu pesta Demokrasi? Sadarkah kita, seberapa besar manfaat yang akan kita dapatkan dari Perayaan Demokrasi? Benarkah Manfaat yang akan kita dapatkan nantinya akan lebih besar daripada cost yang kita telah kita keluarkan?

Nanggroe Aceh Darusalam, provinsi paling timur Indonesia baru-baru ini tepatnya pada bulan Desember 2006 telah melaksanakan Pilkdasung secara serentak di 18 Kabupaten/ Kota dan 1 Propinis. NAD adalah pilot project dari Perayaan Demokrasi untuk kawasan Indonesia lainnya dan nantinya akan menyusul Propinsi Irian Jaya untuk melakukan hal yang sama. Sebagai Pilot Project, banyak hal yang bisa kita jadikan benang merah untuk Perayaan-Perayaan Demokrasi lainnya.

How much the money that we have spends for this celebration? Rata-rata di satu kabupaten/kota menghabiskan sedikitnya 5,5 Milyar Rupiah untuk 1 kali perayaan, Dan jika tidak ada pemenang di Tahap I ( 25% + 1 dari Total pemilih yang menggunakan hak pilih) , akan diadakan Perayaan Demokrasi tahap II. Kalau kita menarik hitungan kotor , dana yang bisa dihabiskan untuk perayaan ini berkisar 7 milyar Rupiah. Wow, jumlah yang fantastis. Anda hitung saja ,7 Milyar x 18 Kabupaten/Kota ditambah dengan 1 propinsi. Angka yang akan didapatkan berkisar 134 Milyar Rupiah.

Yang menjadi pertanyaan kita, bisakah uang yang telah kita habiskan sebesar 134 Milyar tersebut membawa hasil yang postif bagi Rakyat Indonesia pada umumnya dan Masyarakat Aceh pada khususnya? Atau pesta ini hanya membawa angin keburukan saja bagi kita? Pasnya, mari kita Tanyakan pada hati nurani para pemimpin-pemimpin yang telah terpilih. Karena hanya kepada merekalah kita bisa minta pertanggung jawaban.